Sumber Media: Benuanta.co.id
Kamis, 06 Maret 2025 | 10.45 WITA
benuanta.co.id, TARAKAN – Ruas jalan nasional di Kota Tarakan mengalami kondisi kerusakan yang cukup parah. Kewenangan jalan nasional diketahui berada di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara (Kaltara).
Pengawas Lapangan BPJN Kaltara, Asmar mengatakan, keterbatasan anggaran nasional berdampak pada efisiensi pengerjaan jalan di Tarakan. Menurutnya, meskipun sudah dilakukan perbaikan sementara, kondisi jalan masih membutuhkan perhatian lebih.
“Kami sudah menutup beberapa lubang di Jalan Aki Balak dengan aspal TCM, tapi memang belum bisa maksimal karena ada efisiensi anggaran nasional yang berdampak pada ruas jalan ini,” ujar Asmar pada benuanta.co.id Selasa (25/2/2025) lalu.
Koordinator lapangan PPK 1.5 BPJN Kaltara, Afrizal menambahkan, keterbatasan anggaran juga menyebabkan kesulitan dalam pengadaan material dan tenaga kerja. Padahal, sebelumnya BPJN Kaltara telah berencana melakukan pengaspalan menyeluruh. Bahkan sempat dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Tarakan pada akhir 2024.
“Kami sudah menyampaikan rencana pengaspalan penuh di rapat bersama DPRD. Tapi, karena ada kebijakan efisiensi anggaran, akhirnya kami hanya bisa melakukan tambalan di titik-titik yang paling membutuhkan,” jelasnya.
Menurutnya, perbaikan awal sebenarnya dirancang dengan penimbunan lapisan fondasi menggunakan agregat kelas A. Namun, karena anggaran terbatas, rencana pengaspalan yang dijadwalkan pada akhir Januari 2025 harus ditunda.
“Sepanjang jalan dari tanjakan Persemaian sampai pertigaan Intraca itu totalnya sekitar 7,4 kilometer yang semula ingin kami perbaiki. Tapi sekarang kami harus memilah bagian mana yang paling mendesak untuk ditangani lebih dulu,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan, Fandariansyah mengungkapkan, telah berkoordinasi dengan BPJN Kaltara terkait perbaikan jalan nasional di Kota Tarakan.
Namun, karena BPJN memiliki jadwal dan periode pengerjaan tersendiri, proses perbaikan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
“Teman-teman di BPJN sudah menyatakan kesiapan mereka untuk menangani. Tapi, karena ada periode pengerjaan yang harus mereka ikuti, tentu tidak bisa langsung dikerjakan. Kalau ada kondisi yang sifatnya krusial dan bisa membahayakan pengendara, kami akan turun tangan lebih dulu,” ujar Fandariansyah, Selasa (4/3/2025).
Fandariansyah menyebut Pemkot Tarakan sudah melakukan penanganan sementara kerusakan ruas jalan nasional di beberapa titik. Di antaranya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Aji Iskandar.
“Perbaikan lebih lanjut baru bisa dilakukan setelah proses lelang selesai pada Maret, dengan target pengerjaan dimulai pada April atau Mei,” ungkapnya.
Disinggung kondisi jalan nasional yang mendesak perbaikan, pria yang akrab disapa Fanda itu menegaskan, sudah tanggung jawab Pemkot untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengendara.
“Kalau memang krusial, kita akan turun dan bantu untuk menangani di titik rusak tersebut. Daripada nanti orang kecelakaan,” katanya.
Kondisi jalan yang masih rusak ini, selalu menuai keluhan dari warga Tarakan. Tegug, seorang pengendara motor yang sering melintas di Jalan Yos Sudarso, mengaku harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan.
“Kalau hujan, air menggenang di jalan dan menutupi lubang-lubang. Banyak pengendara motor yang tidak sadar dan bisa saja terjatuh,” keluhnya.
Warga lainnya, Ningsih, seorang karyawati yang sehari-hari melewati jalan nasional, juga menyampaikan harapannya agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata. Ia menilai perbaikan jalan tidak bisa terus-menerus ditunda karena menyangkut keselamatan banyak orang.
“Saya sering lewat melewati jalan ini, dan setiap hari harus lebih hati-hati. Ya harapannya pemerintah tidak hanya janji, tapi benar-benar segera memperbaiki jalan ini sebelum ada korban lagi,” tandasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina