Warga ‘Curhat’ Harga Tiket Tinggi, DPRD Minta Kemenhub Lakukan Evaluasi

Kaltara.prokal.co
Senin, 6 Desember 2021 | 10.16 WITA

TANJUNG SELOR – Tingginya harga tiket pesawat dari dan ke Kalimantan Utara (Kaltara), menjadi keluhan sejumlah masyarakat. Hal ini dinilai tak sejalan dengan upaya pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional.

Kondisi ini pun menjadi bahan ‘curhat’ warga ke wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara. Mereka menilai tingginya harga tiket pesawat, khususnya untuk penerbangan di wilayah provinsi termuda Indonesia ini sangat memberatkan.

Wakil Ketua I DPRD Kaltara, Andi Hamzah mengatakan, tingginya harga tiket dan terbatasnya maskapai yang beroperasi di Kaltara tentu sangat membebani masyarakat. Terlebih pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Ini harus menjadi atensi bersama, karena sekarang ini kita sedang fokus pada pemulihan ekonomi nasional. Karena kondisi ini sangat mempengaruhi pergerakan perekonomian¬† masyarakat,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Minggu (5/12).

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat juga dibebankan dengan biaya tambahan untuk bisa menggunakan transportasi udara, seperti swab. Tentu kebijakan ini membuat pengeluaran biaya dari masyarakat semakin ‘meroket’.

“Ini jika dibiarkan berlarut-larut, tentu akan menghambat percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya masyarakat Kaltara,” tutur Politisi Gerindra ini.

Selain itu, persoalan jumlah maskapai yang beroperasi masih dibatasi dengan hanya dilayani oleh Wings Air jenis ATR dan jumlah calon penumpang yang semakin bertambah juga menjadi atensi khusus dari legislatif. Seharusnya, tambahan maskapai dapat diperjuangkan untuk bisa masuk ke Kaltara, utamanya di Tarakan yang bandaranya sudah berkelas internasional.

Karena itu, Andi Hamzah meminta kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk melakukan evaluasi atau meninjau ulang soal harga tiket pesawat tersebut.

“Termasuk dari Pemprov Kaltara juga diharapkan dapat menyikapi persoalan ini,” katanya.

Selain itu, Andi Hamzah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltara agar tetap menaati protokol kesehatan (prokes) dalam setiap aktivitasnya guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di akhir tahun ini.

Apalagi saat ini ada lagi muncul varian baru Covid-19 yang dinamakan varian Omicron. Hal ini tentu akan menjadi ancaman baru lagi bagi masyarakat, sehingga ketaatan masyarakat terhadap prokes sangat diperlukan.
(iwk/ana)